Tujuh Hari Menulis Untukmu.
"Jika suatu saat, ada waktu dimana aku harus pergi. Aku meminta, agar kamu tetap disini menungguku kembali ya." Dia tersenyum, sambil memandang wajahku. "Memangnya? Kamu mau kemana sih.." Aku tidak bisa menjawab. Karena tanpa dasar apapun, aku tiba-tiba ingin mengatakan hal itu. Entah karena ingin selalu bersamanya atau hal lain. Saat itu, hembusan angin begitu kencang menerpa wajahku dan dia. Juga suara desir ombak yang tidak mau kalah menemani suasana haru aku dan dia yang tengah duduk meluruskan kaki dipinggir pantai. Kumenoleh kepadanya sekali lagi. Wajah cantik itu memang selalu membuatku tersenyum. Membuat bola mata ini tidak ingin sedetikpun luput memandanginya. Mungkin juga, kalau pun nanti aku harus kehilangannya. Apa sanggup aku untuk tidak memandangi wajahnya sekali saja meski dalam bentuk fotonya. "Ya aku bertanya saja." Ucapku tertawa. "Jangan pernah bicara seperti itu kalau hanya ingin menguji kesetiaanku. Memangnya, menuru...