Dusta Berakhir Duka
Aku begitu berupaya untuk kita tetap bersama. Meskipun, engkau telah berulang kali meminta untuk berpisah. Aku tidak pernah lelah berusaha untuk mencoba menyatukan lagi aku dan kamu menjadi kita. Tetapi, terkadang aku berpikir bagaimana bisa aku mencoba membohongi diriku sendiri untuk kedua kalinya, menyakiti dia untuk kedua kalinya. Bahkan menyakiti kamu, Dan dia (Juga). Secangkir teh menenangkan aku. Secangkir kopi menenangkan kamu. Aku tidak mengerti angan kita larut kemana saat itu. Sampai bisa sejauh ini melangkah. Aku suka manisnya teh hangat ini. Kamu suka pahitnya kopi hitam itu. Aku lelaki yang terpuruk dalam sepi. Dan kau wanita yang bahagia akan kepastian menikah. Sepi dan bahagia. Dua hal yang berbeda. Tetapi seolah kusatukan semuanya. Seolah menganggap kita sama. Hanya karena aku ingin berpikiran kau juga kesepian. Aku. Aku adalah cinta yang terpendam jauh, jatuh dalam luka. Kamu. Kamu adalah rindu yang coba berniat baik untuk bantu melalui kedatangan yang menghad...