Postingan

Semesta

Malam ini aku tidak tahu apa yang benar-benar kurasakan. Terlintas begitu saja. Begitu cepat, tanpa aba-aba. Segala hal yang aku pikirkan sejak aku mengenalmu. Adalah aku ingin menjaga kamu sebaik mungkin. Menjaga kita agar tetap bersama. Lalu mempertahankan apa yang harus dipertahankan. Yaitu hubungan. Kamu mungkin tahu, semesta begitu luasnya. Dan manusia begitu banyaknya. Akan tetapi Tuhan mengirim kamu untuk bisa bersamaku. Meskipun perpisahan sering sekali hampir terjadi. Namun aku yakin. Kamu akan tetap ada untuk aku. Jikapun memang kita berpisah, mungkin semesta tetap akan mendukung agar kita tetap baik-baik saja. Aku jadi ingat. Ketika kita sedang berjalan berdua. Lalu kamu mengatakan. "Matahari itu terik, panas, menjengkelkan. Tidak seperti bulan. Sejuk, indah, dan bercahaya. Tapi kamu tahu kan? cahaya itu dari mana." Aku hanya bisa terdiam menatapi senyum indah yang terlukis dari lekuk bibirmu. Memperhatikan raut wajahmu, mengelus anggun hitam rambutmu. Sek...

Baik dan Tidak

Laki-Laki baik untuk perempuan baik. Perempuan baik hanya untuk laki-laki baik. Pada kalimat itu banyak sekali hal baik yang mungkin tidak akan kita temukan, jika kita tidak benar-benar memaknainya. Begitu banyak misteri yang harus kita jalani dalam kehidupan yang harus ditempa banyak ujian.  Pada prinsipnya, mungkin orang lain beranggapan jika kita mendapatkan pasangan yang tidak baik. Kesimpulannya kita sendiri " Tidak baik ". Akan tetapi, kenyataan justru sebaliknya.  Tuhan selalu mempunyai rencana indah yang sama sekali tidak pernah kita ketahui sebelum kita di tempa olehnya. Bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita justru dengan menguji. Sering kita beranggapan kalau Tuhan tidak pernah adil dan memberikan apa yang kita mau. Bersabar, berdoa. Menjalaninya dengan ikhlas. Mungkin kita harus menyadari kalau ketiga hal itulah yang seharusnya lebih dulu kita lakukan sebelum menyalahkan Tuhan atas keadaan.  Sederhana, namun sulit. Akan tetapi jika berhasil ki...

Kembali Asing

Kalau saja ada cara agar aku bisa mengetahui segala isi hatimu. Mungkin akan aku lakukan apapun itu, agar aku tetap bisa melihat lekuk senyum indahmu. kamu pernah mengatakan aku lah yang paling mengerti kamu, aku adalah orang yang tidak pernah menyakitimu, Selalu ada untuk menjadi seseorang yang selalu menerima keluh kesahmu. Tapi dari semua itu, menurutku kamu salah besar. Sebab apa? Kalau aku seperti apa yang kamu sebutkan itu. Seharusnya kamu dan aku sudah bersama. Menjadi kita. Dan merangkai bahagia untuk masa depan yang selalu aku impikan indah jika kita berdua. Tapi kenyataannya? Aku tidak pernah tahu apa yang benar-benar kamu rasakan. Perasaan apa yang kamu simpan. Juga kamu pun tidak pernah tahu sesakit apa aku, yang berusaha menerjang keras keadaan. Kini, hanya ada rasa sesal terpendam. Entah aku yang terlalu cepat menyerah atau memang kita yang sudah di takdirkan berpisah. Karena hal itu, Aku kini menjadi seseorang yang pandai berangan, seolah waktu mampu kuputar balika...

IBU

IBU. Berbicara tentangnya adalah hal terindah yang selalu aku rasakan. Tidak tahu lagi ungkapan rasa sayang yang seperti apa yang aku bisa luapkan untuknya. Sebab, begitu besar dan dalamnya hingga diri ini tidak bisa berkata-kata. Mungkin jika ditanya siapa wanita terbaik yang pernah ada dalam hidupku sudah jelas aku akan menjawabnya "IBU". 2017. Tahun-tahun sebelumnya yang aku tahu hanyalah hidup berjalan selalu sebagaimana semestinya. Namun kebahagiaan yang selama ini ada di keluarga seolah hancur begitu saja. Bukan karena kehilangan harta, atau juga hal-hal materi lainnya. Melainkan karena kondisi ibu yang jatuh sakit tiba-tiba. Perasaan sedih sudah pasti datang menghampiri. Rasa takut juga marah terhadap diri sendiri begitu menguasai. Sosok terhebat dalam hidupku sedang berjuang dalam keadaan lemah melawan sakitnya. Aku berharap pada Tuhan. Dalam sakitnya dia selalu diberi kekuatan, juga menjadi penggugur segala dosa yang dia perbuat di dunia. Dalam kondisi sepert...

Aku yang berusaha menetap, dari kamu yang tidak pernah menganggap.

Menyingkirkan sebuah perasaan lelah bukan suatu hal yang mudah. Terlebih mencoba menutupinya agar tetap terlihat bahagia. Kamu tidak pernah tahu seberapa berjuangnya aku hanya untuk mendapatkan seutas senyum darimu. Tidak pernah tahu betapa sunyi dan hampanya malam tiba, tanpa pernah ada kata manja, seperti yang selalu aku utarakan agar bisa membuat kamu ceria. Aku hanya berjuang sendirian. Tanpa kamu pernah perhatikan. Tapi tidak apa, Aku terus mencoba baik-baik saja. Karena kebanyakan cinta berawal dari sebuah rasa yang dulunya sempat terabaikan. Namun di sesalkan begitu seseorang yang berjuang pergi meninggalkan. Karena lelah yang sudah keterlaluan. Tapi tenanglah. Aku tidak akan pergi selelah apapun meninggalkan kamu sendirian. Aku mungkin menghibur diriku sendiri dengan mengatakan tenanglah. Karena aku tau kamu juga tidak akan pernah perduli, dan bahkan ada tiadanya diriku kamu tidak pernah menyadari. Aku menganggap kamu rumah. Tempat aku kembali disaat aku benar-benar le...

Pesan yang aku buat untukmu.

Pesan yang aku buat untukmu. Mulai mengagumi seperti awal dari  kisah yang terus berlanjut hingga kini. Aku tidak mengerti kenapa saat itu aku benar-benar tenggelam ke dalam tatap matanya, yang padahal dia sama sekali tidak melirik aku. Aku mengenalinya, tapi hanya sekedar tahu nama. Sebab aku tidak berani menegur apalagi mengajaknya bicara.  Aku mengira dia sudah tahu aku yang mana, mengenali aku juga, bukan hanya sekedar pernah mendengar nama. Ternyata aku salah. Dia hanya tahu namaku, tapi dengan orang yang berbeda. Beruntungnya, aku beranikan diri untuk mengirim pesan. Seketika dia membalas dan bertanya "Memang kalau di kelas kamu yang mana sih?" Hal lucu yang aku anggap dia menjadi benar-benar begitu lugu. Penuh rasa ragu, aku mengirim foto yang kuanggap tampilan wajahku paling meyakinkan. Agar dia benar-benar menyadari kalau aku ingin berkenalan. Semua perihal tentang kamu, kini menjadi sebuah hal yang selalu aku cari-cari. Aku sedikit lebih tenang. Kita su...

Cinta, Kasta dan Keyakinan

Cinta, Kasta dan Keyakinan. Pada kenyataannya, kesetiaan tidak selamanya bisa berbicara banyak. Perbedaan seolah menjadi penghalang saat diri berkeingingan besar menentukan masa depan. Juga harta dan tahta seolah penentu akhir dari sebuah arti kebahagiaan. Kalau saja kita bisa memilih, tentu ingin terlahir dari keluarga yang kaya raya. Memiliki segala halnya dengan mudah, namun apakah itu kebahagiaan yang sebenarnya? Soal cinta, tentu kita ingin memiliki pasangan yang baik, yang seirama dengan kita. Yang selalu menerima dan saling melengkapi setiap sisi lemah diri. Namun apa benar ada pasangan yang sejatinya benar-benar sempurna? Cinta itu indah. Yang jika seharusnya cinta tidak mengenal beda atau kasta. Tapi akan berbeda jika kedua hal itu menjadi penentunya. Yang pada akhirnya arti itu akan berubah, Cinta ialah luka. Saat ini, sepertinya aku harus rela membuang sedikit masa mudaku. Dalam artian, yang mana kebanyakan teman-temanku saat ini sedang menikmati masa-masa muda deng...