Baik dan Tidak
Laki-Laki baik untuk perempuan baik.
Perempuan baik hanya untuk laki-laki baik.
Pada kalimat itu banyak sekali hal baik yang mungkin tidak akan kita temukan, jika kita tidak benar-benar memaknainya. Begitu banyak misteri yang harus kita jalani dalam kehidupan yang harus ditempa banyak ujian.
Pada prinsipnya, mungkin orang lain beranggapan jika kita mendapatkan pasangan yang tidak baik. Kesimpulannya kita sendiri " Tidak baik ". Akan tetapi, kenyataan justru sebaliknya.
Tuhan selalu mempunyai rencana indah yang sama sekali tidak pernah kita ketahui sebelum kita di tempa olehnya. Bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita justru dengan menguji. Sering kita beranggapan kalau Tuhan tidak pernah adil dan memberikan apa yang kita mau. Bersabar, berdoa. Menjalaninya dengan ikhlas. Mungkin kita harus menyadari kalau ketiga hal itulah yang seharusnya lebih dulu kita lakukan sebelum menyalahkan Tuhan atas keadaan.
Sederhana, namun sulit. Akan tetapi jika berhasil kita melaluinya, tidak mustahil kita akan mendapatkan sebuah hal yang sangat kita butuhkan di kemudian hari.
Wanita baik, mendapat seorang laki-laki yang tidak baik. Baik dan tidak apakah kita bisa menilai tanpa benar mengetahui isi hatinya? apakah tidak berkaca dahulu dengan beranggapan laki-laki itu tidak baik dan wanita itu baik?
Dihadapan tuhan semua yang baik akan menjadi baik. Dan yang tidak, bisa saja menjadi baik. Ingatlah kepada kata " Adil " Tuhan memberikan rasa adil kepada hambanya. Wanita baik akan terus sabar untuk menjadikan laki-laki yang di cintainya menjadi baik. Menuntunnya, memberikan kasih sayangnya sampai akhirnya laki-laki itu menjadi baik.
Dan pada akhirnya semua yang baik akan mendapatkan kembali apa itu baik. Tuhan maha mengetahui.
Dan pada akhirnya semua yang baik akan mendapatkan kembali apa itu baik. Tuhan maha mengetahui.
Laki-laki baik mendapat wanita tidak baik. Mungkin ceritanya akan sama seperti sebelumnya. Dimana semua laki-laki baik akan mendapat wanita baik. Yang kalaupun masalalu dan sekarangnya adalah kesalahan. Kehadiran laki-laki itu akan menjadikan masa depan hingga akhirnya akan kembali ke kata baik.
Manusia dinilai pada akhirnya.
Lalu bagaimana bisa kita selalu beranggapan jika tuhan tidak adil hanya karena kita dipatahkan hatinya oleh Tuhan. Beranggapan kalau tuhan tidak pernah memberikan apa yang kita inginkan, padahal tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Beranggapan kalau baik dan tidak hanya dari sebuah tindakan di masa sekarang dan masa lalu. Bukankah kita semua memiliki masa depan? Juga Tuhan yang maha membolak-balikan hati kita.
Semua cinta itu nyata, yang paling jelas terlihat adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Hanya Tuhan selalu menitipkan kebaikannya melalui perantara. Yang mungkin kita terima dengan hadirnya pasangan yang menghadirkan bahagia.
Muhammadseptiaji.
Komentar
Posting Komentar