Semesta
Malam ini aku tidak tahu apa yang benar-benar kurasakan. Terlintas begitu saja. Begitu cepat, tanpa aba-aba. Segala hal yang aku pikirkan sejak aku mengenalmu. Adalah aku ingin menjaga kamu sebaik mungkin. Menjaga kita agar tetap bersama. Lalu mempertahankan apa yang harus dipertahankan. Yaitu hubungan. Kamu mungkin tahu, semesta begitu luasnya. Dan manusia begitu banyaknya. Akan tetapi Tuhan mengirim kamu untuk bisa bersamaku. Meskipun perpisahan sering sekali hampir terjadi. Namun aku yakin. Kamu akan tetap ada untuk aku. Jikapun memang kita berpisah, mungkin semesta tetap akan mendukung agar kita tetap baik-baik saja. Aku jadi ingat. Ketika kita sedang berjalan berdua. Lalu kamu mengatakan. "Matahari itu terik, panas, menjengkelkan. Tidak seperti bulan. Sejuk, indah, dan bercahaya. Tapi kamu tahu kan? cahaya itu dari mana." Aku hanya bisa terdiam menatapi senyum indah yang terlukis dari lekuk bibirmu. Memperhatikan raut wajahmu, mengelus anggun hitam rambutmu. Sek...