Kembali Asing
Kalau saja ada cara agar aku bisa mengetahui segala isi hatimu. Mungkin akan aku lakukan apapun itu, agar aku tetap bisa melihat lekuk senyum indahmu. kamu pernah mengatakan aku lah yang paling mengerti kamu, aku adalah orang yang tidak pernah menyakitimu, Selalu ada untuk menjadi seseorang yang selalu menerima keluh kesahmu. Tapi dari semua itu, menurutku kamu salah besar. Sebab apa? Kalau aku seperti apa yang kamu sebutkan itu. Seharusnya kamu dan aku sudah bersama. Menjadi kita. Dan merangkai bahagia untuk masa depan yang selalu aku impikan indah jika kita berdua. Tapi kenyataannya? Aku tidak pernah tahu apa yang benar-benar kamu rasakan. Perasaan apa yang kamu simpan. Juga kamu pun tidak pernah tahu sesakit apa aku, yang berusaha menerjang keras keadaan. Kini, hanya ada rasa sesal terpendam. Entah aku yang terlalu cepat menyerah atau memang kita yang sudah di takdirkan berpisah. Karena hal itu, Aku kini menjadi seseorang yang pandai berangan, seolah waktu mampu kuputar balika...