IBU
IBU.
Berbicara tentangnya adalah hal terindah yang selalu aku rasakan. Tidak tahu lagi ungkapan rasa sayang yang seperti apa yang aku bisa luapkan untuknya. Sebab, begitu besar dan dalamnya hingga diri ini tidak bisa berkata-kata. Mungkin jika ditanya siapa wanita terbaik yang pernah ada dalam hidupku sudah jelas aku akan menjawabnya "IBU".
2017.
Tahun-tahun sebelumnya yang aku tahu hanyalah hidup berjalan selalu sebagaimana semestinya. Namun kebahagiaan yang selama ini ada di keluarga seolah hancur begitu saja. Bukan karena kehilangan harta, atau juga hal-hal materi lainnya. Melainkan karena kondisi ibu yang jatuh sakit tiba-tiba. Perasaan sedih sudah pasti datang menghampiri. Rasa takut juga marah terhadap diri sendiri begitu menguasai. Sosok terhebat dalam hidupku sedang berjuang dalam keadaan lemah melawan sakitnya. Aku berharap pada Tuhan. Dalam sakitnya dia selalu diberi kekuatan, juga menjadi penggugur segala dosa yang dia perbuat di dunia.
Dalam kondisi seperti ini mungkin memang cara Tuhan untuk menjadikan aku dewasa. Belajar menerima, belajar mengerti arti dari kasih sayang orang tua yang sesungguhnya. Benar saja, akupun semakin sadar. Betapa tulus dan cintanya seorang ibu mendidik anaknya hingga dewasa. Aku merasa lemah. Yang mana pada saat remaja beranjak dewasa, mulai membagi perasaan cintanya tidak hanya pada ibu melainkan juga pada kekasihnya. Tapi tetap saja, Cinta ibu takan pernah terbagi walaupun beratnya ujian hidup yang tuhan beri. Bukankah sungguh perbedaan yang begitu jauhnya? Seorang anak yang cintanya mungkin masih akan terbagi, sedangkan cinta ibu akan selalu tulus dia beri.
Kehidupan berjalan begitu cepat. Waktu tidak pernah menunggu kita untuk bisa memanfaatkannya. Melainkan kita yang harus benar mengejar waktu untuk bisa mempergunakannya dengan hal berguna.
2018.
Kupikir kondisi Ibu akan semakin membaik. Ternyata tuhan berkehendak lain. Kondisinya semakin lemah. Bahkan dia tidak bisa ditinggal sendirian, selalu diawasi dan dijaga. Akupun merelakan duniaku untuknya. Mencoba menjaga dengan sekuat tenaga. Namun lambat laun akupun kalah akan keadaan dan amarah. Yang mana aku selalu beranggapan bahwa Tuhan tidak pernah adil.
Walaupun aku berbuat demikian. Merasa putus asa, kesal dan selalu menyalahkan keadaan. Sekali lagi dialah sosok wanita hebat yang memberi aku semangat. Dengan kerendahan hati dia mengajari aku arti dari rasa ikhlas dalam menjalani kehidupan. Memberi pengertian dan ketenangan kalau aku tidak perlu terlalu khawatir dan cemas karena dia akan baik-baik saja.
Saat itu, betapa malu dan lemahnya diri ini. Bertahun-tahun seorang Ibu merawat, menjaga bahkan disaat sulit keadaan sekalipun tidak akan pernah mengeluh, berputus asa, ataupun kecewa pada yang Maha Kuasa. Karena, yang Ibu yakini hanya demi satu tujuan mulia. Menjadikan kita bisa tumbuh dewasa dengan bahagia, tanpa harus kita tahu begitu banyak penderitaan yang dia terima.
2019.
Wanita yang tidak pernah akan menyakiti hati kita. Wanita yang akan selalu kuat dan hebat. Kasih sayangnya begitu erat. Betapa beruntungnya aku bisa merasakan kasih sayang Ibu. Yang mungkin diluar sana ada banyak anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu.
Dalam kondisi apapun dirinya. Seorang ibu akan selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Sudah dua tahun aku menjaga, membagi waktu dengan teman, harus kuliah, bekerja. namun karena Ibu. Aku benar menikmati semuanya. Ya. Semuanya sekalipun itu rasa sakit dan derita. Semua ujian yang menerpa tidak terasa seberat dahulu. Tidak aku rasa seputus asa saat itu. Sebab Ibu mengajarkan aku satu hal terpenting dalam hidup... IKHLAS.
Menjaga dan merawatmu adalah hal terbaik yang pernah aku lakukan. Dan akan tetap aku pertahankan sampai kapanpun. Malaikat nyata yang kasat mata. Kasih dan sayangnya begitu besar tanpa pernah ada harap dari kita anaknya untuk dapat membalas jasa. Karena setiap Ibu pasti sederhana namun besar cintanya. Kebahagiaan dia adalah membuat kita Bahagia.
Untukmu Ibu. Doa yang terbaik agar kau sehat selalu dan Tuhan menjagamu.
Terimakasih.
MuhammadSeptiaji.
Komentar
Posting Komentar