Wanita yang sama.
Ada sisi lain dari wanita itu yang tidak akan pernah terlupakan olehku. Pertama, Kehadirannya selalu tak terduga. Kedua, Dia hanya muncul ketika aku sedih dan membutuhkan seseorang untuk memberikan aku sedikit saran. Ketiga, Sinar matanya seolah memberikan tatapan kosong, tapi selalu ia coba sembunyikan dengan cara berbohong. Sebenarnya aku mencoba mencari tau, bahkan ingin mengenal siapa wanita itu. Yang hingga sekarang akupun tidak pernah tau walau hanya sekedar namanya. Apalagi dimana ia tinggal, bagaimana kehidupannya dan lain-lain aku sungguh tidak pernah tau. Aku jadi ingat saat wanita itu menjelaskan padaku kalau cinta tidak sepenuhnya dusta. Melainkan suatu perasaan yang membuat bahagia. Ada satu kalimat darinya yang mungkin akan membuatku kembali akan kata cinta. “Cinta itu ibarat langit. tidak selamanya biru yang membuat ia terlihat cerah. Tidak selamanya jingga seperti senja yang membuatnya terlihat indah. Tapi juga ada kelabu yang menghitam seperti perasaan yan...