Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Wanita yang sama.

Gambar
Ada sisi lain dari wanita itu yang tidak akan pernah terlupakan olehku. Pertama, Kehadirannya selalu tak terduga. Kedua, Dia hanya muncul ketika aku sedih dan membutuhkan seseorang untuk memberikan aku sedikit saran. Ketiga, Sinar matanya seolah memberikan tatapan kosong, tapi selalu ia coba sembunyikan dengan cara berbohong. Sebenarnya aku mencoba mencari tau, bahkan ingin mengenal siapa wanita itu. Yang hingga sekarang akupun tidak pernah tau walau hanya sekedar namanya. Apalagi dimana ia tinggal, bagaimana kehidupannya dan lain-lain aku sungguh tidak pernah tau. Aku jadi ingat saat wanita itu menjelaskan padaku kalau cinta tidak sepenuhnya dusta. Melainkan suatu perasaan yang membuat bahagia. Ada satu kalimat darinya yang mungkin akan membuatku kembali akan kata cinta. “Cinta itu ibarat langit. tidak selamanya biru yang membuat ia terlihat cerah. Tidak selamanya jingga seperti senja yang membuatnya terlihat indah. Tapi juga ada kelabu yang menghitam seperti perasaan yan...

Teruslah membuatku percaya.

Gambar
Aku Berjanji. Sepertinya aku akan kembali berusaha merasakan cinta setelah terlalu lama tertidur lelap di dalam balutan luka. Aku belum tau alasan apa yang membuat aku kembali percaya akan kata cinta. Tapi yang pasti, mungkin karena aku sudah menemukanmu di kehidupan nyata. Dan bukan lagi khayalan semata. “Terus nulis ya, Ji. Kalau bisa nulis tentang gue.” Mungkin kalimat itu yang membuatku jadi kembali merasakan indahnya kehidupan. Kau tau med? Hingga sekarang aku masih mempunyai alasan yang kuat untuk tidak kembali merasakan cinta. Karena aku masih mempunyai keinginan untuk membahagiakan diriku sendiri. Tapi semakin lama, waktu pun seolah pergi meninggalkanku yang masih terlarut di gelapnya rasa sepi. Membuatku sadar kalau aku adalah seorang munafik yang menolak untuk merasakan cinta. Ketika kesepian ini sudah menusuk, kamu perlahan masuk dan mengobati bekas luka yang terlampau lama. Sosok lelaki kuat pun akan lemah seketika kehilangan cintanya. Itu aku! Aku adalah...

Bantu aku mewujudkan semua khayalanku.

Gambar
S ore hari yang sudah hampir malam ini, aku duduk di taman samping sekolah. Untuk pertama kalinya aku berfikir, betapa indahnya hidup ini bila kita sudah bertemu dengan kekasih pujaan hati yang tidak akan pernah pergi. Hidup berdua dan bahagia, merangkai tentang masa depan yang mungkin nantinya akan sedikit kejam. Tapi bisa saja tidak akan terasa terlalu berat karena ada tempat tersendiri untuk hati kita saling berbagi, yaitu rumah kita berdua nanti. Aku mungkin ingin bekerja dulu hingga aku mapan dan bisa mencukupi kebutuhanku, membahagiakan kedua orang tua ku, serta membiayai adik-adikku. Tapi aku juga ingin ada kamu yang selalu setia menemaniku. Mendengar semua keluh kesahku, memelukku saat aku terjatuh, serta bersamaku saat aku merasakan kebahagiaan. Sejenak ku terdiam, sambil kembali meneguk secangkir kopi yang aku beli di kantin selepas pulang sekolah. kopi ini sudahlah dingin, sedingin hatiku yang telah lama lapuk dimakan sang waktu. kertas putih yang mulai berisi ...

Kamulah teman hatiku.

Gambar
Kamu selalu hadir di pikiranku saat sepi mulai melanda. Kesendirian ini tetap kunikmati, karena sampai sekarang pun kamu masih bukanlah  kekasihku. Begitu sulit dihindari kalau sahabat sendirilah yang ternyata kucintai. Kamu memang tidak pernah mengisi hati ini. Tetapi dengan hanya kau selalu dekat denganku saja itu sudah membuat hati ini langsung menghangat merasakan ketenangan. Kehangatan itu juga yang membuatku semakin bersemangat lagi, dan menjalani hidup ini dengan pengharapan pada sebuah cinta sejati. Meski harapan itu aku tunjukkan padamu wahai pemilik hati ini. Teman hatiku Aku menikmati setiap detik keheninganmu. Kuresapi setiap titik kesedihan yang kau rasa, yang membuatku selalu merasa tidak berguna. kapankah pengharapan cintaku akan segera tiba? Di hati ini selalu kuharapkan Kedatangan dirimu Teman hatiku Aku ingat, di taman ini kita duduk berdua. Melihat bunga-bunga bermekaran, mendengar nyanyian burung berkicauan juga memandang langit sore...

Dia.

Gambar
Jika saja ada satu orang seperti dia di dunia ini, maka bahaya apapun akan rela aku lalui asalkan bisa bersama dia sampai mati. Dia. Wanita yang begitu sempurna, sehingga rela membuang kebahagiaan miliknya demi orang tercintanya bahagia. Dia. Wanita yang selalu aku sakiti hatinya tapi tetap tegar berdiri dan berdoa pada yang maha kuasa, agar siapapun yang menyakitinya bisa berubah. Dia. Wanita yang bisa meyakini hatiku agar tidak berbuat sesuatu yang salah. Dia. Seseorang yang selalu bisa membuat hati dan jiwa ini tenang serasa di surga. (Ya! Tenang dan selalu bahagia) Dia. Sosok yang rela namanya kotor hanya untuk melindungi orang yang di kasihinya. Dia. Wanita yang selalu menyadarkan aku dari perbuatan yang teledor. Dia. Wanita yang yang selalu menjagaku disaat aku sedang merasa susah. Apa mungkin kata CINTA saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa aku mengagumi kesempurnaan dirimu? Ya sepertinya memang Itu terlalu sederhana. Tapi mau bagaimana...

Jangan pertanyakan masalalu, karena aku sudah bersamamu.

Gambar
“Sudahlah, jangan selalu pertanyakan dan mempermasalahkan masalalu diriku. Yang terpenting sekarang ini kan hatiku sudah untukmu.” Mungkin aku sudah terlalu sering mengucapkan kata-kata itu kepadamu. karena aku tidak suka kamu selalu menyamakan dirimu dengan sosok masalaluku. Sudahlah, aku tidak pernah menuntutmu untuk seperti itu. Aku tidak suka kamu selalu bertanya tentang bagaimana aku menjalani hubungan sebelum bersama denganmu. Bagiku kamu tetap yang lebih baik. Karena dari patah hatiku sebelumnya, kamu rela hadir serta menyediakan tempat untukku bersinggah. Bahkan disaat hati ini masih tertulis namanya. Memang sulit melupakan dirinya yang cukup lama berdiam di lubuk hati namun pada akhirnya menggoreskan luka. Aku pernah membenci hujan, karena dia memang mengingatkanku akan pengkhianatan. Hingga kini pun aku masih membencinya. Namun sekarang entah kenapa aku jadi menyukai hujan. Karena aku ingin kamu yang menjadi butir air hujan itu, dan aku menjadi dedaunannya. A...

Hanya ingin kau percaya, itu saja.

Gambar
Aku sadar kalau aku belum terlalu mengenalmu. Aku pun tidak tahu bagaimana sifat dan sikap aslimu, karena memang kita belum pernah sekalipun bertemu. Tapi, biar bagaimanapun aku mengakui kecantikanmu, aku mengagumi pesonamu, karena fotomu selalu menjadi inspirasi ku, maaf kalau aku menyimpannya tanpa pemberitahuan. Karena memang aku larut akan semua yang kau miliki. Terlebih lagi paras wajahmu itu, sungguh telah menyusup masuk ke setiap sudut ruang pikiranku. Bahkan kini sudah seluruhnya, hingga membuat aku susah melupa walau sedetik saja. Kau tahu, sebenarnya aku ingin lebih kenal lagi denganmu. Aku ingin dekat dan berusaha menjagamu. Aku tidak tahu seberapa jauh jarak yang membentang diantara kita, tetapi bukankah cinta itu tidak mengenal istilah jarak? Apa kau percaya itu, Alya? Aku tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk menulis tentang dirimu, tetapi entah kenapa aku seperti terhanyut dalam setiap emosi dan gelora cinta yang aku ingin tunjukkan padamu. Aku selalu mem...

Aku menyesal.

Gambar
Alya, aku merinduk an mu. Kamu yang selalu ada di sampingku. Mengajari aku banyak hal, membimbingku untuk menjadi seseorang yang lebih baik, juga selalu memberiku semangat setiap harinya. Aku jadi ingat kembali saat kamu memarahiku karena aku mencoba untuk merokok. Kamu mungkin marah sekali padaku. Meskipun aku sedikit merasa risih karena hal itu, tapi hati kecilku sangat tersentuh karena ada sese orang yang masih begitu perduli padaku meski itu bukan keluargaku. Bahkan keluargaku saja jarang memperhatikanku. Al , andai saja saja kamu tahu . K alau s aat ini aku menyesal telah meninggalkan sahabat sebaik dirimu. Aku menyesal telah mengabaikanmu demi kekasihku yang ternyata mengkhianatiku. Aku menyesal akan perbuatanku yang malah membuat kita jauh. Dulu kita sering berjanji untuk saling menjaga, saling memberi semangat dimana pun kita berada . J uga sejauh apapun jarak memisahkan kita. Tapi maaf, aku mengecewakanmu dan melanggar janji itu meski aku yang membuatnya. ...

Hal yang Aku Sesali.

Gambar
Entah mengapa aku merasa senang kalau kamu ada di sampingku, Aji. Ya, setidaknya a ku bisa mengajarimu banyak hal, berusaha membimbingmu untuk menjadi seseorang yang lebih baik . J uga selalu memberimu semangat untuk menjalani hidup dengan terus ter senyum. Seketika aku teringat saat dulu aku pernah memarahimu karena kamu ingin mencoba untuk merokok. Saat itu aku sangat marah sekali. Buktinya a ku sampai  men j ambak rambutmu , bahkan  menamparmu  karena begitu kesal . “Aku ngg ak mau jadi teman kamu lagi, Aji. Kalau kamu masih ikut-ikutan gerombolan laki-laki yang nggak berguna itu” K ataku kesal . A ku sedih kamu sudah mulai beranjak dewasa, karena perlahan kamu mulai berubah dan mencoba mencari dunia yang sebelumnya belum terjamah olehmu. Aku sedikit heran, karena sekarang kamu tidak pernah mendengar semua perkataanku lagi. S emua nasihatku, juga semua ocehanku yang selalu mengingatkanmu ini itu. Tetapi lambat laun aku sadar, ternyata kamu sedi...

Jatuh Cinta Tidak Hanya Lewat Mata

Sayang, apakah kamu tahu? kekuranganmu itulah yang sudah buatku jatuh cinta hingga susah sekali untuk melupakannya. Akupun tidak tahu bagaimana bisa kamu menembus masuk ke dalam hatiku meski sebelumnya sudah banyak yang mencoba namun gagal dan tidak bisa. Sangat hebat sekali ternyata kamu yang bisa mencairkan hati ini yang sudah serupa dengan gundukan es di antartika sana, tanpa menghancurkannya. Ku kagumi kelemahanmu. Ku Cintai semua kekuranganmu. Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna. Aku menyanyikan lagu ini untukmu, dan sepertinya kamu suka. Sepertinya kita harus lebih sering mendengarkan dan menghayati lantunan lagu ini bersama, karena liriknya sangatlah indah. Bagiku lagu ini sama indahnya dengan mencintai sosok gadis sepertimu, yang kuyakini tidak akan pernah menyakiti. Saat senja datang gantikan siang. Mereka bilang kau malam tanpa bulan. Beda, tak sama, kau yang tak sempurna. Bagiku kau segalanya, murni estetika. lagu ini terus kunyanyikan untukm...

Terima kasih sudah kembali.

Gambar
Semua kerinduanku memang masih untuk kamu. kamu yang aku tinggalkan begitu saja, dan kini terbaring di dalam luka. Aku sangat menyesal karena Itu semua memang kesalahanku. Tidak apa-apa kalau kamu nantinya tidak mau memaafkanku Atau bahkan membenciku, Aku rela mengalir deras di dalam kesedihan ini asal aku bisa melihatmu bahagia kembali di kemudian nanti. Dalam hatiku sebenarnya masih menginginkan kamu untuk kembali di sini, meskipun sudah aku sakiti. Maaf bukan maksudku untuk seenaknya ada di hatimu. Tapi dulu itu sungguh kesalahan terbesarku yang sudah mengkhianatimu. “ Maaf” hanya kata itu yang selalu terucap di hati ini sekarang, meski kamu tidak mendengar itu. Kamu telah banyak mengajariku apa itu rasa sayang dan apa itu cinta lebih dari sekedar kata-kata saja. Terima kasih sudah membuatku mengerti itu semua. Kamu juga mengajariku apa itu luka, meski aku belum pernah merasakannya. Aku merasa sangat sedih mendengar semua curahan hatimu kepada temanmu. Kamu ...

Semua yang pertama, adalah kau.

Gambar
Aku duduk di sini, di tempat pertama kali kita bertemu. Aku masih ingat saat-saat indah bersamamu. Saat itu, Aku memegang tanganmu untuk yang pertama kalinya. Saat itu, aku memberanikan diri untuk mengucap kata cinta untuk yang pertama kalinya. Tetapi apa? kau membalasnya dengan luka  yang begitu menyakitkan untuk yang pertama kalinya, namun untuk selamanya. Aku sadar, sekarang kau sudah jauh lebih bahagia dengannya. Manusia yang lebih bisa kau harapkan, manusia yang mungkin lebih sempurna. Aku sadar, aku tidak lebih dari seorang manusia yang bahagia akan kekurangan yang selalu kucoba sempurnakan. Wajar, sangat wajar jika kau lebih memilihnya. Aku tak pernah marah akan hal itu. Tidak pernah sekalipun aku ingin menyimpan dendam apalagi berharap kau merasakan rasa sakit yang aku alami. Tidak, tidak sekalipun. Aku selalu ingin kau bahagia. Meski aku tahu bahagiamu bukanlah bersamaku. Aku tak pernah menganggapmu hina, jahat, atau seorang berengsek sekalipun. Aku sadar aku tak...