Teruslah membuatku percaya.


Aku Berjanji.

Sepertinya aku akan kembali berusaha merasakan cinta setelah terlalu lama tertidur lelap di dalam balutan luka. Aku belum tau alasan apa yang membuat aku kembali percaya akan kata cinta. Tapi yang pasti, mungkin karena aku sudah menemukanmu di kehidupan nyata. Dan bukan lagi khayalan semata.

“Terus nulis ya, Ji. Kalau bisa nulis tentang gue.”

Mungkin kalimat itu yang membuatku jadi kembali merasakan indahnya kehidupan. Kau tau med? Hingga sekarang aku masih mempunyai alasan yang kuat untuk tidak kembali merasakan cinta. Karena aku masih mempunyai keinginan untuk membahagiakan diriku sendiri. Tapi semakin lama, waktu pun seolah pergi meninggalkanku yang masih terlarut di gelapnya rasa sepi. Membuatku sadar kalau aku adalah seorang munafik yang menolak untuk merasakan cinta.

Ketika kesepian ini sudah menusuk, kamu perlahan masuk dan mengobati bekas luka yang terlampau lama. Sosok lelaki kuat pun akan lemah seketika kehilangan cintanya. Itu aku! Aku adalah si sombong yang merasa bisa hidup sendiri, tapi pada nyatanya aku masih ingin dimiliki.

Rasa nyaman. Mungkin itu yang sedang kurasakan. Tapi aku masih butuh waktu untuk mencari kekuatan cintaku. Bukan, sebenarnya bukan hanya soal cinta yang nantinya akan menguatkan kita yang sedang aku cari. Tapi juga soal bagaimana kita mempertahankan cinta agar tetap menguatkan kita, sampai nanti aku benar-benar kembali percaya dan tidak lagi mendustakan rasa.

Ada banyak permintaanku. Pertama, janganlah pergi disaat hatiku sudah serasa dimiliki. Jangan pernah lari disaat rasa ini sudah melayang tinggi. Dan janganlah berdusta disaat aku sudah sepenuhnya percaya. Satu lagi, Tetaplah berusaha membuatku percaya akan kata cinta.






MuhammadSeptiaji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Tatapan.

Jatuh Cinta Tidak Hanya Lewat Mata

Kebahagiaanmu, Penting untukku.