Jangan pertanyakan masalalu, karena aku sudah bersamamu.
“Sudahlah, jangan selalu pertanyakan dan mempermasalahkan masalalu diriku. Yang terpenting sekarang ini kan hatiku sudah untukmu.”
Mungkin aku sudah terlalu sering
mengucapkan kata-kata itu kepadamu. karena aku tidak suka kamu selalu menyamakan
dirimu dengan sosok masalaluku. Sudahlah, aku tidak pernah menuntutmu untuk
seperti itu. Aku tidak suka kamu selalu bertanya tentang bagaimana aku
menjalani hubungan sebelum bersama denganmu.
Bagiku kamu tetap yang lebih baik.
Karena dari patah hatiku sebelumnya, kamu rela hadir serta menyediakan tempat
untukku bersinggah. Bahkan disaat hati ini masih tertulis namanya. Memang sulit
melupakan dirinya yang cukup lama berdiam di lubuk hati namun pada akhirnya
menggoreskan luka.
Aku pernah membenci hujan, karena dia
memang mengingatkanku akan pengkhianatan. Hingga kini pun aku masih
membencinya. Namun sekarang entah kenapa aku jadi menyukai hujan. Karena aku
ingin kamu yang menjadi butir air hujan itu, dan aku menjadi dedaunannya. Agar saat
kamu jatuh, akulah yang lebih utama terusap penuh kelembutan.
Aku tidak rindu hujan yang turun
membawa kesedihan, tetapi aku rindu hujan yang setiap rintikannya membawa
kebahagiaan. Ketahuilah, hujan itu hanya aku dapat saat bersama dirimu. Kamu
adalah alasan mengapa kini aku menyukai hujan.
Jadi aku mohon, kamu tidak perlu
berusaha menjadi dia. Kamu sudah begitu indah, lebih dari dia. Maaf kalau
memang selama ini aku lebih pendiam
denganmu dan berbeda saat aku bersama dengannya (dulu). Tapi kamu harus
tau dan harus lebih mengerti kalau aku ini tetap menjadi penjaga setia dirimu.
Jangan pernah lagi menyangka kalau aku ini masih mengingatnya, hanya karena
sikap dinginku yang seolah air yang membeku.
Semua tidak ada yang mudah, harus menggunakan
usaha. Hatiku memang sudah melupakannya. Tapi aku butuh waktu untuk bangkit
kembali dari keterpurukan yang menerpa. Dan semua yang kubutuhkan adalah Bersamamu. Jadi tolong, jangan lagi
pertanyakan masalalu, Karena kamu adalah alasanku untuk berani bangkit dari
luka di masalalu.
Muhammadseptiaji.
Muhammadseptiaji.

👌👍
BalasHapus