Bantu aku mewujudkan semua khayalanku.
Sore hari yang sudah hampir malam ini, aku duduk di taman samping sekolah. Untuk pertama kalinya aku berfikir, betapa indahnya hidup ini bila kita sudah bertemu dengan kekasih pujaan hati yang tidak akan pernah pergi. Hidup berdua dan bahagia, merangkai tentang masa depan yang mungkin nantinya akan sedikit kejam. Tapi bisa saja tidak akan terasa terlalu berat karena ada tempat tersendiri untuk hati kita saling berbagi, yaitu rumah kita berdua nanti.
Aku mungkin ingin bekerja dulu hingga aku mapan dan bisa
mencukupi kebutuhanku, membahagiakan kedua orang tua ku, serta membiayai
adik-adikku. Tapi aku juga ingin ada kamu yang selalu setia menemaniku.
Mendengar semua keluh kesahku, memelukku saat aku terjatuh, serta bersamaku
saat aku merasakan kebahagiaan.
Sejenak ku terdiam, sambil kembali meneguk secangkir kopi yang
aku beli di kantin selepas pulang sekolah. kopi ini sudahlah dingin, sedingin hatiku yang telah lama lapuk dimakan sang waktu. kertas putih yang mulai berisi
tulisan-tulisan aneh ini kembali aku baca sambil berfikir ingin menulis apa
lagi. Dan ya! tiba-tiba khayalku kembali terbang bebas. Aku berfikir tentang
kamu (lagi) yang akan menjadi pendampingku nanti. Menjadi ibu dari kedua
anakku, ya sepertinya aku memang hanya ingin mempunyai dua jagoan di dalam
hidupku. Membantuku merawat kedua orang tua ku, serta menjadi orang pertama
yang membuatkan aku secangkir teh hangat selepas aku pulang bekerja.
Bila memungkinkan juga, aku tidak ingin kau sampai bekerja.
Cukup aku saja. Aku akan bekerja ekstra kuat untuk membuat keluarga kecil kita
bahagia. Sebisa mungkin akan kutahan kantuk di mata, serta sepintar mungkin
akan aku sembunyikan setiap tetes keringat agar kau tidak merasa khawatir walau
sedikit saja. Semua rasa lelah kuyakin tidak akan terasa, bila bisa membuat
kamu dan kedua jagoanku nanti tersenyum bahagia.
Mungkin itu adalah bahagiaku nanti yang sedang kumimpi, tapi
akan aku simpan saja dulu dalam khayalan dan bayang-bayangku. Siapa tau saja
bisa menjadi nyata. Berbeda dengan bahagiaku yang sekarang, ternyata bahagia
itu hanya sesederhana ini ya. Selalu bisa berbincang dan tertawa bersama
denganmu seperti tadi saja sudah menggetarkan hati dan jiwa. Memang kekuatan
terbesar cinta itu adalah kebahagiaan, dan aku mendapatkan itu darimu. Kamu
sungguh buatku jatuh cinta.
Jika memang ini cinta
sejati yang kamu berikan, biarkanlah aku bersama hatiku mengalir bahagia dan
terikat padamu saja. bila bisa hingga maut memisahkan kedua jiwa kita. Tetapi
kalau ini hanya halusinasiku semata tolong bantu aku untuk masuk ke dalam
kenyataan cinta yang sebenarnya.
Sekali lagi aku mohon
padamu, jangan biarkan kenyataan cinta yang membahagiakan ini hanya sekejap
mata. Jadikanlah setiap saat, bahkan aku harap selamanya. Sampai kapanpun kasih
yang aku berikan akan sama seperti dulu dimana aku baru mengenalmu. Rasa sayang
yang tidak akan pernah berubah, yang ada malah bertambah.
Aku takan pernah melupakan, kebersamaan kita tadi di kantin sekolah.
Bantu aku mewujudkan semua khayalanku.
Muhammadseptiaji.

Kerennn hmm
BalasHapus