Hanya ingin kau percaya, itu saja.
Aku sadar kalau aku belum terlalu mengenalmu. Aku pun tidak tahu bagaimana sifat dan sikap aslimu, karena memang kita belum pernah sekalipun bertemu. Tapi, biar bagaimanapun aku mengakui kecantikanmu, aku mengagumi pesonamu, karena fotomu selalu menjadi inspirasi ku, maaf kalau aku menyimpannya tanpa pemberitahuan. Karena memang aku larut akan semua yang kau miliki. Terlebih lagi paras wajahmu itu, sungguh telah menyusup masuk ke setiap sudut ruang pikiranku. Bahkan kini sudah seluruhnya, hingga membuat aku susah melupa walau sedetik saja.
Kau tahu, sebenarnya aku ingin lebih
kenal lagi denganmu. Aku ingin dekat dan berusaha menjagamu. Aku tidak tahu
seberapa jauh jarak yang membentang diantara kita, tetapi bukankah cinta itu
tidak mengenal istilah jarak? Apa kau percaya itu, Alya?
Aku tidak pernah ada niatan
sedikitpun untuk menulis tentang dirimu, tetapi entah kenapa aku seperti
terhanyut dalam setiap emosi dan gelora cinta yang aku ingin tunjukkan padamu.
Aku selalu membayangkan bagaimana gugupnya aku bila suatu saat bisa bertemu
denganmu. Mungkin aku akan diam tanpa kata dan mengunci bibirku. Percayalah
al, mengutarakan apa yang seharusnya
ingin aku katakan itu tidak semudah seperti aku membalikan telapak tangan. Aku
yakin kaupun paham.
Bagaimana ya, aku juga bingung
mengungkapkannya. Ku ingin katakan padamu rindu, tapi kita tidak pernah
sekalipun bertemu. Ku ingin katakan padamu cinta, aku jamin mungkin kau tidak
akan percaya. Sungguh berat memang mengagumi wanita yang sudah membuatku jatuh
cinta meski tidak pernah berjumpa, hanya lihat rupa dari sebuah media.
Aku ingin mengungkapkan semua
perasaan ini. Meski tidak mudah mungkin aku akan sekuat tenaga berusaha. Karena
setiap kali aku melihat senyummu walau hanya di foto saja, aku percaya setiap
senyuman itu memberikan butir cinta.
Ku akui ini semua adalah perasaan
suka. Sungguh sulitnya jika diluapkan dengan kata-kata. Jadi ku deskripsikan
saja lewat tulisan ini. Maaf kalau aku terlalu lemah, tetapi inilah realitanya.
Meski begitu aku hanya ingin satu darimu, aku ingin kau percaya karena aku tidak
ingin sedikitpun berdusta.
Muhammadseptiaji.

Komentar
Posting Komentar