Kamulah teman hatiku.
Kamu selalu hadir di pikiranku saat sepi mulai melanda. Kesendirian ini tetap kunikmati, karena sampai sekarang pun kamu masih bukanlah kekasihku. Begitu sulit dihindari kalau sahabat sendirilah yang ternyata kucintai. Kamu memang tidak pernah mengisi hati ini. Tetapi dengan hanya kau selalu dekat denganku saja itu sudah membuat hati ini langsung menghangat merasakan ketenangan. Kehangatan itu juga yang membuatku semakin bersemangat lagi, dan menjalani hidup ini dengan pengharapan pada sebuah cinta sejati. Meski harapan itu aku tunjukkan padamu wahai pemilik hati ini.
Teman hatiku
Aku
menikmati setiap detik keheninganmu.
Kuresapi setiap
titik kesedihan yang kau rasa,
yang
membuatku selalu merasa tidak berguna.
kapankah pengharapan
cintaku akan segera tiba?
Di hati ini
selalu kuharapkan
Kedatangan
dirimu
Teman
hatiku
Aku
ingat, di taman ini kita duduk berdua. Melihat bunga-bunga bermekaran,
mendengar nyanyian burung berkicauan juga memandang langit sore yang
mataharinya siap tenggelam berganti tugas dengan bulan. Saat itu kau menangis
di sampingku karena hatimu telah dilukai oleh seorang lelaki yang kubenci,
namun begitu engkau cintai. Akupun tidak bisa apa-apa, hanya diam tak berbicara
karena takut salah kata. Jadi lebih baik kupendam saja semua kata-kata. Dan
menenangkanmu dengan tatapan mata.
Dalam hatiku, aku sangat berharap kau segera meninggalkannya, tapi itu sungguh
harapan yang kejam karena memang kau tidak bisa jauh darinya. Jadi aku lebih
memilih untuk mengalah, dan menyingkirkan sebuah rasa cinta. demi melihat kau
bahagia meski bersama dia.
Jika
kau terluka, jangan sungkan untuk berbicara. Karena telinga ini akan rela
mendengar. Ya walaupun sebenarnya telinga ini terasa berdarah mendengar
kesedihan yang kau rasa. Kau tetaplah teman hatiku, yang ada dalam setiap baris
doa yang kupanjatkan kepada yang maha kuasa.
Kamulah teman hatiku, Mrs.Tm
Muhammadseptiaji.
Kamulah teman hatiku, Mrs.Tm
Muhammadseptiaji.

Komentar
Posting Komentar