Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Wanita yang sama.

Gambar
Ada sisi lain dari wanita itu yang tidak akan pernah terlupakan olehku. Pertama, Kehadirannya selalu tak terduga. Kedua, Dia hanya muncul ketika aku sedih dan membutuhkan seseorang untuk memberikan aku sedikit saran. Ketiga, Sinar matanya seolah memberikan tatapan kosong, tapi selalu ia coba sembunyikan dengan cara berbohong. Sebenarnya aku mencoba mencari tau, bahkan ingin mengenal siapa wanita itu. Yang hingga sekarang akupun tidak pernah tau walau hanya sekedar namanya. Apalagi dimana ia tinggal, bagaimana kehidupannya dan lain-lain aku sungguh tidak pernah tau. Aku jadi ingat saat wanita itu menjelaskan padaku kalau cinta tidak sepenuhnya dusta. Melainkan suatu perasaan yang membuat bahagia. Ada satu kalimat darinya yang mungkin akan membuatku kembali akan kata cinta. “Cinta itu ibarat langit. tidak selamanya biru yang membuat ia terlihat cerah. Tidak selamanya jingga seperti senja yang membuatnya terlihat indah. Tapi juga ada kelabu yang menghitam seperti perasaan yan...

Teruslah membuatku percaya.

Gambar
Aku Berjanji. Sepertinya aku akan kembali berusaha merasakan cinta setelah terlalu lama tertidur lelap di dalam balutan luka. Aku belum tau alasan apa yang membuat aku kembali percaya akan kata cinta. Tapi yang pasti, mungkin karena aku sudah menemukanmu di kehidupan nyata. Dan bukan lagi khayalan semata. “Terus nulis ya, Ji. Kalau bisa nulis tentang gue.” Mungkin kalimat itu yang membuatku jadi kembali merasakan indahnya kehidupan. Kau tau med? Hingga sekarang aku masih mempunyai alasan yang kuat untuk tidak kembali merasakan cinta. Karena aku masih mempunyai keinginan untuk membahagiakan diriku sendiri. Tapi semakin lama, waktu pun seolah pergi meninggalkanku yang masih terlarut di gelapnya rasa sepi. Membuatku sadar kalau aku adalah seorang munafik yang menolak untuk merasakan cinta. Ketika kesepian ini sudah menusuk, kamu perlahan masuk dan mengobati bekas luka yang terlampau lama. Sosok lelaki kuat pun akan lemah seketika kehilangan cintanya. Itu aku! Aku adalah...

Bantu aku mewujudkan semua khayalanku.

Gambar
S ore hari yang sudah hampir malam ini, aku duduk di taman samping sekolah. Untuk pertama kalinya aku berfikir, betapa indahnya hidup ini bila kita sudah bertemu dengan kekasih pujaan hati yang tidak akan pernah pergi. Hidup berdua dan bahagia, merangkai tentang masa depan yang mungkin nantinya akan sedikit kejam. Tapi bisa saja tidak akan terasa terlalu berat karena ada tempat tersendiri untuk hati kita saling berbagi, yaitu rumah kita berdua nanti. Aku mungkin ingin bekerja dulu hingga aku mapan dan bisa mencukupi kebutuhanku, membahagiakan kedua orang tua ku, serta membiayai adik-adikku. Tapi aku juga ingin ada kamu yang selalu setia menemaniku. Mendengar semua keluh kesahku, memelukku saat aku terjatuh, serta bersamaku saat aku merasakan kebahagiaan. Sejenak ku terdiam, sambil kembali meneguk secangkir kopi yang aku beli di kantin selepas pulang sekolah. kopi ini sudahlah dingin, sedingin hatiku yang telah lama lapuk dimakan sang waktu. kertas putih yang mulai berisi ...

Kamulah teman hatiku.

Gambar
Kamu selalu hadir di pikiranku saat sepi mulai melanda. Kesendirian ini tetap kunikmati, karena sampai sekarang pun kamu masih bukanlah  kekasihku. Begitu sulit dihindari kalau sahabat sendirilah yang ternyata kucintai. Kamu memang tidak pernah mengisi hati ini. Tetapi dengan hanya kau selalu dekat denganku saja itu sudah membuat hati ini langsung menghangat merasakan ketenangan. Kehangatan itu juga yang membuatku semakin bersemangat lagi, dan menjalani hidup ini dengan pengharapan pada sebuah cinta sejati. Meski harapan itu aku tunjukkan padamu wahai pemilik hati ini. Teman hatiku Aku menikmati setiap detik keheninganmu. Kuresapi setiap titik kesedihan yang kau rasa, yang membuatku selalu merasa tidak berguna. kapankah pengharapan cintaku akan segera tiba? Di hati ini selalu kuharapkan Kedatangan dirimu Teman hatiku Aku ingat, di taman ini kita duduk berdua. Melihat bunga-bunga bermekaran, mendengar nyanyian burung berkicauan juga memandang langit sore...

Dia.

Gambar
Jika saja ada satu orang seperti dia di dunia ini, maka bahaya apapun akan rela aku lalui asalkan bisa bersama dia sampai mati. Dia. Wanita yang begitu sempurna, sehingga rela membuang kebahagiaan miliknya demi orang tercintanya bahagia. Dia. Wanita yang selalu aku sakiti hatinya tapi tetap tegar berdiri dan berdoa pada yang maha kuasa, agar siapapun yang menyakitinya bisa berubah. Dia. Wanita yang bisa meyakini hatiku agar tidak berbuat sesuatu yang salah. Dia. Seseorang yang selalu bisa membuat hati dan jiwa ini tenang serasa di surga. (Ya! Tenang dan selalu bahagia) Dia. Sosok yang rela namanya kotor hanya untuk melindungi orang yang di kasihinya. Dia. Wanita yang selalu menyadarkan aku dari perbuatan yang teledor. Dia. Wanita yang yang selalu menjagaku disaat aku sedang merasa susah. Apa mungkin kata CINTA saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa aku mengagumi kesempurnaan dirimu? Ya sepertinya memang Itu terlalu sederhana. Tapi mau bagaimana...

Jangan pertanyakan masalalu, karena aku sudah bersamamu.

Gambar
“Sudahlah, jangan selalu pertanyakan dan mempermasalahkan masalalu diriku. Yang terpenting sekarang ini kan hatiku sudah untukmu.” Mungkin aku sudah terlalu sering mengucapkan kata-kata itu kepadamu. karena aku tidak suka kamu selalu menyamakan dirimu dengan sosok masalaluku. Sudahlah, aku tidak pernah menuntutmu untuk seperti itu. Aku tidak suka kamu selalu bertanya tentang bagaimana aku menjalani hubungan sebelum bersama denganmu. Bagiku kamu tetap yang lebih baik. Karena dari patah hatiku sebelumnya, kamu rela hadir serta menyediakan tempat untukku bersinggah. Bahkan disaat hati ini masih tertulis namanya. Memang sulit melupakan dirinya yang cukup lama berdiam di lubuk hati namun pada akhirnya menggoreskan luka. Aku pernah membenci hujan, karena dia memang mengingatkanku akan pengkhianatan. Hingga kini pun aku masih membencinya. Namun sekarang entah kenapa aku jadi menyukai hujan. Karena aku ingin kamu yang menjadi butir air hujan itu, dan aku menjadi dedaunannya. A...

Hanya ingin kau percaya, itu saja.

Gambar
Aku sadar kalau aku belum terlalu mengenalmu. Aku pun tidak tahu bagaimana sifat dan sikap aslimu, karena memang kita belum pernah sekalipun bertemu. Tapi, biar bagaimanapun aku mengakui kecantikanmu, aku mengagumi pesonamu, karena fotomu selalu menjadi inspirasi ku, maaf kalau aku menyimpannya tanpa pemberitahuan. Karena memang aku larut akan semua yang kau miliki. Terlebih lagi paras wajahmu itu, sungguh telah menyusup masuk ke setiap sudut ruang pikiranku. Bahkan kini sudah seluruhnya, hingga membuat aku susah melupa walau sedetik saja. Kau tahu, sebenarnya aku ingin lebih kenal lagi denganmu. Aku ingin dekat dan berusaha menjagamu. Aku tidak tahu seberapa jauh jarak yang membentang diantara kita, tetapi bukankah cinta itu tidak mengenal istilah jarak? Apa kau percaya itu, Alya? Aku tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk menulis tentang dirimu, tetapi entah kenapa aku seperti terhanyut dalam setiap emosi dan gelora cinta yang aku ingin tunjukkan padamu. Aku selalu mem...