Terima kasih sudah kembali.




Semua kerinduanku memang masih untuk kamu. kamu yang aku tinggalkan begitu saja, dan kini terbaring di dalam luka. Aku sangat menyesal karena Itu semua memang kesalahanku. Tidak apa-apa kalau kamu nantinya tidak mau memaafkanku Atau bahkan membenciku, Aku rela mengalir deras di dalam kesedihan ini asal aku bisa melihatmu bahagia kembali di kemudian nanti.

Dalam hatiku sebenarnya masih menginginkan kamu untuk kembali di sini, meskipun sudah aku sakiti. Maaf bukan maksudku untuk seenaknya ada di hatimu. Tapi dulu itu sungguh kesalahan terbesarku yang sudah mengkhianatimu.

Maaf” hanya kata itu yang selalu terucap di hati ini sekarang, meski kamu tidak mendengar itu.

Kamu telah banyak mengajariku apa itu rasa sayang dan apa itu cinta lebih dari sekedar kata-kata saja. Terima kasih sudah membuatku mengerti itu semua. Kamu juga mengajariku apa itu luka, meski aku belum pernah merasakannya.

Aku merasa sangat sedih mendengar semua curahan hatimu kepada temanmu. Kamu bilang, aku begitu menusuk hatimu (dulu). Tapi kamu berkata kalau kamu ingin tetap di sampingku, karena ingin membimbingku. Sungguh membuatku haru, tetapi betapa bodohnya diriku yang malah meninggalkanmu.

Aku selalu menyelipkan namamu di dalam doaku, dan Tuhan mendengar itu. sungguh beruntung nya aku mendapat kesempatan kedua darimu.

Kasihku, kau membuat dunia indah dijalani. Kau mampu membuat senyumku yang redup hidup kembali. Aku semakin yakin, kau memang yang terindah di hati ini. Dan aku tak mau mengecewakan mu untuk yang kedua kali.

Terima kasih sudah kembali lagi, dan masih menjaga janji suci ini.




Muhammadseptiaji

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Tatapan.

Jatuh Cinta Tidak Hanya Lewat Mata

Kebahagiaanmu, Penting untukku.