Terimakasih.
Aku kembali menulis tentang dia. Dia yang pernah kusebut, datang untuk menghadirkan cinta. Cinta yang mungkin telah lama mati karena rasa sakit di hati. Semua menganggap dia itu biasa saja, tapi mereka tidak pernah melihat ada sesuatu berbeda yang dimilikinya. Dia seolah tau caranya menghargai setiap tutur kata yang keluar dari lidah. Dia juga selalu bisa meredam setiap amarah yang mulai memuncak. Dan pada akhirnya, api dalam dada ini kembali padam dan tenang kembali.
Pernah suatu waktu aku pergi
dengannya. Berbincang bersama untuk menghabiskan waktu yang tersisa karena
harus pergi di selah-selah jam kerja. Kita selalu berbicara tentang masa lalu. Aku
mengerti aku dan dia mungkin memiliki masa lalu masing-masing. Namun aku belajar
banyak darinya. Bagiku masa lalunya itu tidaklah penting. Karena yang aku ingin
lihat adalah dia yang sekarang, juga di kemudian hari. Aku yakin dia akan jauh
lebih baik.
Akupun begitu. Aku terlalu buruk,
juga belum bisa menjadi seorang lelaki yang pantas untuknya. Aku tidak pernah
ingin berjanji untuk tidak membuatnya sedih, yang aku ingin adalah berusaha
untuk tidak membuatnya sedih. Menurutku seorang lelaki tidak pantas untuk
banyak berjanji yang pada akhirnya tidak ditepati. Seorang lelaki hanya harus
berusaha membuat wanitanya tetap tersenyum, merasanya nyaman, dan merasa
mempunyai seseorang yang bisa menjaganya. Karena pada akhirnya, jika terlalu
banyak berjanji namun selalu di ingkari akan berujung pada kekecewaan. Sampai kekecewaan
itu memuncak dan berakhir pada perpisahan. Semoga aku dan dia tidak seperti
itu. Ini adalah sebuah harapan kecilku untuk kita. Kita yang mungkin belum ada
sebuah hubungan, tapi sudah saling memahami dan merasa nyaman.
DIA
Dia adalah sebuah aksara cinta.
Sulit dimengerti namun memiliki makna
yang indah.
Inginku tetap bersamamu saja.
Karena aku adalah bulan yang tak
bercahaya,
Yang akan tetap terlihat indah saat malam
hari, meskipun gelap gulita.
karena mendapat sinar cerah dari matahari.
Dan Dia adalah matahari itu.
Muhammadseptiaji16.

ALAY LU JI -FATUR
BalasHapus