Kembali Asing

Kalau saja ada cara agar aku bisa mengetahui segala isi hatimu. Mungkin akan aku lakukan apapun itu, agar aku tetap bisa melihat lekuk senyum indahmu.

kamu pernah mengatakan aku lah yang paling mengerti kamu, aku adalah orang yang tidak pernah menyakitimu, Selalu ada untuk menjadi seseorang yang selalu menerima keluh kesahmu. Tapi dari semua itu, menurutku kamu salah besar. Sebab apa? Kalau aku seperti apa yang kamu sebutkan itu. Seharusnya kamu dan aku sudah bersama. Menjadi kita. Dan merangkai bahagia untuk masa depan yang selalu aku impikan indah jika kita berdua.

Tapi kenyataannya? Aku tidak pernah tahu apa yang benar-benar kamu rasakan. Perasaan apa yang kamu simpan. Juga kamu pun tidak pernah tahu sesakit apa aku, yang berusaha menerjang keras keadaan.

Kini, hanya ada rasa sesal terpendam. Entah aku yang terlalu cepat menyerah atau memang kita yang sudah di takdirkan berpisah. Karena hal itu, Aku kini menjadi seseorang yang pandai berangan, seolah waktu mampu kuputar balikan. Hanya demi melihat kamu memberikan aku seutas senyuman.

Aku tau semua ini melelahkan. Yang mana tidak pernah ada kejelasan dari dua insan yang sebenarnya tulus akan rasa saling merindukan. Saling memikirkan.

Kamu mengatakan semua baik-baik saja. Menurutku itu adalah kebohongan terbodoh dalam sebuah hubungan. Kalau kenyataan seperti itu. Kita tidak akan saling berjauhan. Kita terlalu sering berargumen. Terlalu cepat mengambil keputusan. Terlalu meladeni keegoisan tat kala satu diantara kita merasa menang sendiri akan suatu kebenaran.

Kalau memang dengan aku tidak bersamamu membuat lebih baik. Aku bersedia melakukan itu.

Untuk kamu yang sudah mendapatkan bahagiamu kembali. Juga untukku yang harus melanjutkan kehidupan agar lebih baik lagi. Tetaplah ingat kalau kita ini adalah dua orang yang sebelumnya saling bersama, meskipun tidak pernah ada ikatan diantara kita.

Yang mana hingga pada akhirnya, tetap kamu dan aku kembali asing seperti tidak pernah saling mengenal sebelumnya.


Muhammadseptiaji.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Tatapan.

Jatuh Cinta Tidak Hanya Lewat Mata

Kebahagiaanmu, Penting untukku.